Saya sempat tersentak ketika menyadari bahwa ternyata, jika apa yang saya pikirkan benar, Allah ‘menulis’ catatanNya persis seperti seorang programmer membuat program. Dan konsep yang digunakan adalah tree atau menggunakan if-bersarang (nested-if). Dalam dunia pemrograman komputer, konsep if merupakan salah satu ‘nyawa’ dari suatu pemrograman komputer. Bisa dipastikan, seluruh program (software) yang kita pakai menggunakan kondisional if dalam proses pengolahan datanya. If digunakan untuk melakukan pemilihan terhadap suatu kondisi. Sederhananya, kondisional if digunakan sebagai pengambil keputusan. Berikut ini saya gunakan sintak script PHP untuk memberikan gambaran, bagi yang tidak ‘tertarik’ membaca sintak di bawah ini, mohon maaf yang sebesar-besarnya, namun bagi para programmer, saya yakin sintak di bawah ini sudah tidak asing lagi.
< ?php
$value = 10; // variabel value diberi nilai 10
if ( $value < = 5 ) { /*cek value, apakah nilai pada variabel
value kurang atau = 5?*/
echo "Anda tidak lulus kuliah"; /* jika ya, ditampilkan
tulisan 'Anda tidak lulus kuliah' */
} else {
echo "Anda lulus kuliah"; /* jika tidak, maka akan ditampilkan
tulisan 'Anda lulus kuliah' */
}
// karena $value bernilai 10, maka pesan yang
akan ditampilkan adalah 'Anda lulus kuliah'
?>
Adapun if-bersarang (nested-if) merupakan if yang berada di dalam if. Contoh:
< ?php // ... bla bla bla .... if ( $sex == 'pria' ) { // awal dari if pria (level I) if ( $kulit == 'merah' ){ // level II echo "Anda seorang pria keturunan indian ya?"; }else if ( $kulit == 'kuning' ){ // level II echo "Anda seorang pria keturunan china ya?"; }else if ( $kulit == 'hitam' ){ // level II echo "Arang kali ya?"; } } // akhir dari if pria if ( $sex == 'wanita' ) { /* awal dari if wanita (level I), satu level dengan if pria */ if ( $kulit == 'hitam' ){ // level II echo "Sering-sering pake pemutih dong, non!!"; }else if ( $kulit == 'coklat' ){ // level II echo "Masih mendingan lah..."; } } // akhir dari if wanita ?>
Dari sintak program di atas, alur ceritanya begini… Program akan memeriksa, apa jenis kelamin anda? Ada 2 pilihan di sana, pria dan wanita. Jika kita menjawab pria, kita diberi pilihan lagi, ada 3 pilihan warna: merah, kuning dan hitam. Pesan yang dimunculkan, tegantung dari 2 jawaban kita sebelumnya. Dari 2 ‘pertanyaan’ itu saja, kita memiliki 1 dari 5 kemungkinan jawaban. Namun, yang jelas, kita hanya akan mendapatkan 1 jawaban. Dalam hidup, 1 jawaban itulah yang kemudian dinamakan takdir kita. Bedanya dengan program komputer adalah kita tidak bisa kembali lagi untuk mendapatkan jawaban yang berbeda. Sekali kita mendapatkan jawaban itu, sudah, pilihan lain hilang. Sementara pada program komputer, kita bisa memberikan input dan menghasilkan output yang berbeda setiap saat.

Saya benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana rumitnya ‘program’ yang Allah buat. Bahkan jika jutaan komputer digabungkan untuk bekerja ‘menjalankan program’ Allah tesebut, saya jamin tidak akan pernah bisa. Berbeda dengan program buatan manusia, program buatan Allah dipastikan tidak memiliki ‘bug’ sama sekali. Semuanya berjalan sesuai dengan rencanaNya. Dengan cara seperti ini, saya juga bisa lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan ‘kehendak Allah’, persis sama dengan bagaimana seorang programmer merancang program yang dibuatnya. Bagaimana program itu dirancang, bagaimana pengolahan data pada program tersebut, semuanya terserah pada programmer tersebut. Dengan kata lain, apapun yang dikehendaki oleh programmer, semuanya ‘dituliskan’ dan ‘dicurahkan’ dalam program tersebut. Suka-suka programmer, itulah ‘kehendak programmer’, programmer rules!! Dengan begitu, programmer tersebut sudah tahu bagaimana program yang dibuatnya akan bekerja. Sedangkan user harus membaca manual book terlebih dahulu untuk bisa menjalankan program tersebut dengan benar. Dalam kehidupan kita, Allah adalah programmernya, manusia adalah usernya, kehidupan ini adalah programnya dan manual booknya adalah Al-Quran. Bagaimana user menggunakan programnya, itu semuanya menjadi tanggung jawab user. Bagaimana seseorang menggunakan ‘kehidupannya’, semuanya tanggung jawab manusia itu sendiri. Programmer tidak bertanggung jawab atau tidak bisa disalahkan dalam penyalahgunaan program oleh user.
Seorang programmer akan memberikan warning (peringatan) dalam programmnya apabila seorang user melakukan kesalahan dalam pengolahan data. Misalnya, salah input tipe data atau mencoba memasuki area yang terlarang. Dengan cara seperti ini, user bisa memahami, memperbaiki dan tidak mengulangi lagi kesalahannya tersebut. Begitu juga dengan apa yang Allah lakukan terhadap manusia. Adakalanya peringatan dari Allah sangat lembut, namun ada kalanya terasa sangat keras. Semuanya tergantung dari besar kecilnya kesalahan yang kita lakukan.